Hotline : 0251-8240773
Blog Standard

Kajian Tauhid Muslimah: Amalan yang Memudahkan Wanita Masuk Surga

Tawheed Center Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan Kajian Tauhid Muslimah.  kajian disampaikan oleh Dr. Ginung Pratidina, Dra., M.Si. Dosen FISIP UNIDA dengan tema "Amalan yang Memudahkan Wanita Masuk Surga" pada Juma'at 10 Juli 2026 di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA.

Dalam pemaparannya, Dr. Ginung Pratidina, Dra., M.Si. menjelaskan bahwa Islam memuliakan perempuan bukan karena ukuran duniawi, melainkan karena iman, takwa, dan amal salehnya. Setiap muslimah memiliki kesempatan yang sama untuk meraih surga melalui keimanan yang benar serta amal yang dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 97 tentang balasan kehidupan yang baik bagi laki-laki maupun perempuan yang beriman dan beramal saleh. 

Rasulullah SAW yang menjelaskan empat amalan pokok yang menjadi jalan bagi seorang wanita menuju surga, yaitu menjaga shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatan diri, serta menaati suami dalam perkara yang baik. Tapi hadis tersebut tidak menghapus kewajiban-kewajiban lain, seperti menjaga tauhid, berbakti kepada orang tua, menjaga lisan, dan menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan. Ketaatan kepada suami pun dibatasi hanya dalam perkara yang tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT. 

Seorang muslimah hendaknya menjadikan Allah sebagai tujuan hidup, tempat bergantung, serta sumber ketaatan. Tanpa iman yang kokoh, amal saleh tidak akan bernilai di sisi Allah. Oleh karena itu, setiap muslimah perlu menjauhi segala bentuk syirik, memperbanyak doa, serta senantiasa ridha terhadap ketentuan Allah sembari terus berikhtiar. 

Menjaga shalat lima waktu sebagai tiang agama dan sarana memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Shalat yang dijaga dengan baik akan menjadi sumber ketenangan, membentuk akhlak, serta mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Puasa Ramadan juga dijelaskan sebagai ibadah yang melatih kesabaran, pengendalian diri, serta meningkatkan ketakwaan, dengan tetap memperhatikan keringanan syariat bagi muslimah yang memiliki uzur seperti haid, nifas, hamil, atau menyusui. 

Dalam kajian ini juga ditekankan pentingnya menjaga kehormatan diri, baik dalam berpakaian, menjaga pandangan, lisan, pergaulan, maupun etika dalam menggunakan media sosial. Bagi muslimah yang telah menikah, ketaatan kepada suami dalam perkara yang baik merupakan salah satu bentuk ibadah yang dibangun atas dasar kasih sayang, musyawarah, dan tanggung jawab bersama, bukan dominasi salah satu pihak. 

Mengandung, melahirkan, menyusui, dan mendidik anak merupakan ladang pahala yang besar bagi seorang ibu apabila dijalani dengan iman, kesabaran, dan keikhlasan. Namun demikian, kemuliaan seorang wanita tidak diukur dari statusnya sebagai ibu semata. Muslimah yang belum menikah ataupun belum memiliki anak tetap memiliki peluang yang sama untuk meraih kemuliaan melalui iman, ibadah, ilmu, kesabaran, dan amal saleh. 

Maka kita harus senantiasa berbakti kepada orang tua, menjaga lisan dari ghibah dan fitnah, serta terus menuntut ilmu. Ilmu menjadi bekal penting agar ibadah dilakukan sesuai tuntunan syariat, sementara menjaga ucapan dan tulisan, termasuk di media sosial, merupakan bagian dari akhlak seorang muslimah. 

Amalan yang memudahkan wanita masuk surga bukanlah amalan yang rumit, melainkan amalan-amalan pokok yang dilakukan secara konsisten dengan keimanan, keikhlasan, dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Muslimah diajak untuk terus memperbaiki diri, tidak meremehkan amal-amal sederhana, serta senantiasa berharap kepada rahmat Allah SWT dalam setiap langkah kehidupannya.