Hotline : 0251-8240773
Blog Standard

Kajian Tauhid Muslimah Bahas Mengenai Ghazwul Fikri

Tawheed Center Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan Kajian Tauhid Muslimah sebagai agenda rutin pembinaan keislaman bagi Insan UNIDA. Kajian yang dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2026 ini disampaikan oleh Syifa Nadian Sabila, mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) sekaligus Mas'ulah UKM LDK Mukhlis, dengan tema "Ghazwul Fikri".

Dalam penyampaiannya, Syifa menjelaskan bahwa kejahiliyahan bukanlah sekadar ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan atau teknologi. Pada masa Rasulullah SAW. masyarakat Arab dikenal memiliki kemampuan dalam bidang perdagangan, sastra, hingga hukum. Namun, mereka tetap disebut sebagai kaum jahiliyah karena lebih mengutamakan aturan dan hawa nafsu daripada petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Fenomena serupa masih dapat dijumpai pada masa kini. Kemajuan zaman tidak serta-merta menjadikan seseorang terbebas dari kejahiliyahan apabila nilai-nilai Islam mulai ditinggalkan. Lemahnya pemahaman terhadap Al-Qur'an dan ajaran Islam menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyimpangan dalam kehidupan.
Ghazwul Fikri atau perang pemikiran, yaitu upaya melemahkan umat Islam melalui penyebaran ide, gaya hidup, dan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam. Serangan tersebut disampaikan secara perlahan melalui berbagai media, seperti film, musik, media massa, hingga tren gaya hidup, sehingga kebiasaan yang awalnya dianggap menyimpang lambat laun menjadi sesuatu yang dianggap wajar.

Dengan berbagai sarana itulah orang-orang kafir menyerang umat Islam. Targetnya jelas, kalau toh umat Islam gak murtad, paling tidak kepribadian mereka tidak mencerminkan nilai-nilai Islam lagi. Orang kafir ingin membuat umat Islam meninggalkan Islam sedikit demi sedikit. Tapi, musuh Islam berusaha mengganti kebenaran menjadi kebatilan secara perlahan-lahan dan dilakukan terus-menerus. Meskipun awalnya umat Islam tidak menerima perubahan itu, tapi karena disodorkan orang-orang kafir terus-menerus, lama kelamaan umat Islam jadi biasa dan bahkan sampai menganggap kalau keburukan itu adalah sebuah kebaikan.