Hotline : 0251-8240773
Blog Standard

Pembekalan KKN 2026: Mahasiswa Universitas Djuanda Dibekali Aktualisasi 21 Nilai Karakter Tauhid dalam Pengabdian kepada Masyarakat

Mahasiswa Universitas Djuanda mengikuti kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 pada Sabtu, 18 Juli 2026 sebagai bekal sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Djuanda, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Muhammad Rendi Ramdhani, M.Pd., Direktur Tawheed Center Universitas Djuanda, dengan tema "Aktualisasi 21 Nilai Karakter Tauhid dalam Pengabdian kepada Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN)."

Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Rendi Ramdhani menyampaikan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik yang bersifat administratif, tetapi merupakan wadah aktualisasi nilai-nilai ketauhidan dalam kehidupan sosial. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai pelaksana program kerja, melainkan juga sebagai representasi insan bertauhid yang membawa manfaat, keteladanan, dan adab mulia.

Mahasiswa juga diingatkan agar menjadikan 21 Nilai Karakter Tauhid (21 NKT) sebagai landasan dalam bersikap selama menjalankan KKN. Penerapan nilai tersebut dimulai dari menjaga akhlak kepada masyarakat dengan membangun silaturahmi kepada tokoh masyarakat, menghormati adat dan budaya setempat, mendengarkan dengan rendah hati, serta mengedepankan komunikasi partisipatif sebelum menjalankan setiap program kerja.

Selain itu, akhlak terhadap sesama anggota kelompok juga menjadi perhatian. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga kekompakan, saling membantu ketika menghadapi kesulitan, menghindari sikap egois, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah sehingga program KKN dapat berjalan dengan baik.

Tidak kalah penting, mahasiswa diingatkan untuk tetap menjaga hubungan dengan Allah SWT dan diri sendiri selama menjalankan KKN. Menjaga salat berjamaah, memelihara keikhlasan dalam beramal, serta menjaga penampilan dan adab sebagai mahasiswa Universitas Djuanda menjadi bagian dari implementasi karakter tauhid di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa program KKN hendaknya disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan memberikan kemaslahatan. Mahasiswa didorong untuk menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan kompetensi, seperti pembinaan baca Al-Qur'an, pengajian, maupun edukasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, KKN tidak hanya menjadi bentuk pengabdian, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan karakter mahasiswa Universitas Djuanda yang bertauhid.

Selain membahas praktik baik selama KKN, mahasiswa juga diingatkan untuk menghindari berbagai pelanggaran etika, seperti kurang disiplin di lokasi KKN, tidak bertanggung jawab terhadap tugas kelompok, menimbulkan permasalahan dengan masyarakat, serta mengabaikan adab dalam berpakaian maupun berbicara. Sikap dan perilaku mahasiswa selama berada di tengah masyarakat akan menjadi kesan yang melekat terhadap Universitas Djuanda.

Menutup materinya, Dr. Muhammad Rendi Ramdhani menyampaikan bahwa "KKN adalah ladang dakwah dan ibadah. Bukan hanya tentang program, tetapi tentang kesan baik yang ditinggalkan."